Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Oct 29, 2015


Assalamualaikum w.b.t

SIAPA UMMU AIMAN?


Barokah binti Tsa’labah bin Amr an-Nu’man Al-Habasyiyyah, lebih dikenal dengan gelarnya/Kun-yahnya, “Ummu Aiman” (digelari dengan nama itu karena putra pertamanya bernama Aiman bin Ubaid radhiallahu’anhu) adalah pengasuh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak beliau masa kecil. Ia wafat sesudah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.Ummu Aiman adalah isteri Zaid bin Haritsah, anak angkat Rasulullah saw. Dari Zaid, ia mendapatkan seorang anak yang menjadi mujahid yang sangat hebat, yang sangat disayangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu Usamah bin Zaid. Dari suaminya yang pertama, ia memiliki seorang anak yang gugur sebagai syuhada (yaitu Aiman bin Ubaid Al-Khazraji).

Barakah bintu Tsa’labah adalah seorang shahabiyah yang kehidupannya penuh berkah. Ia hidup sepanjang masa kenabian sehingga ia menyaksikan peristiwa-peristiwa pada periode tersebut. Ummu Aiman mengenal Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak beliau kecil sampai diutus menjadi seorang nabi.

      
MERAWAT NABI MUHAMMAD SAW KETIKA KECIL


Ummu Aiman mengenal Nab Muhammadi shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak beliau kecil sampai diutus menjadi seorang nabi. Dia menemani Aminah binti Wahab, ibunda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, berangkat ke Madinah bersama putra kesayangannya untuk mengunjungi Bani Najjar yang merupakan keluarga Abdul Muthalib. Di dalam perjalanan pulang kembali ke Mekkah, Aminah menderita sakit di perjalanan. Akhirnya beliau wafat di Abwa (tempat antara Mekkah dan Madinah). Karena itulah, Ummu Aiman menjadi satu-satunya pendamping Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam – yang saat itu masih anak-anak – menuju kota Mekkah.

Sang kakek, Abdul Muthalib, menjadi pengasuh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia mencintai sang cucu sepenuh hati. Adapun Ummu Aiman, ia tetap berada di sisi Rasulullah, mengurusnya dengan penuh cinta kasih, menjaganya dengan seluruh kemampuan diri, seakan ia menjadi penganti sang ibu yang telah pergi, sebagaimana Abdul Muthalib hadir sebagai kakek sekaligus “bapaknya”. Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kecil pun tumbuh di antara orang-orang yang selalu mencurahkan kehangatan cinta dan kelembutan kasih sayang.

Wujud rasa sayang Abdul Muthalib kepada sang cucu membuatnya sangat banyak berwasiat kepada Ummu Aiman. Di salah satu wasiatnya ia berkata, “Wahai Barakah, janganlah engkau melalaikan anakku. Aku mendapatkannya bersama anak-anak kecil dekat dengan pohon bidara. Ketahuilah bahwa orang-orang dari Ahlul Kitab menyangka bahwa anakku ini akan menjadi nabi umat ini.”

Ketika Abdul Muthalib meninggal dunia, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallammerasakan kesedihan yang sangat. Ummu Aiman menceritakan kejadian itu; ia berkata,“Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hari itu menangis di belakang tempat tidur Abdul Muthalib.” (Ath-Thabaqatul Kubra, 8:224)

PERNIKAHAN UMMU AIMAN

Tatkala Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam meningkat dewasa, beliau sangat menghargai dan menghormati Ummu Aiman; Ummu Aiman yang mengurus perkara dan urusan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta menjaganya dengan sebaik-baik penjagaan.

Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikah dengan Khadijah radhiyallahu ‘anha, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerdekakan Ummu Aiman. Kemudian beliau menikahkannya dengan Ubaid bin Zaid Al-Khazraji. Dari pernikahan tersebut, lahirlah seorang putra yang diberi nama “Aiman”. Aiman radhiyallahu ‘anhu adalah seorang sahabat yang berhijrah dan berjihad, serta mati syahid pada perang Hunain.

Khadijah Ummul Mukminin memiliki seorang budak bernama Zaid bin Haritsah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta kepada Khadijah agar Zaid dihadiahkan baginya.Khadijah memenuhi permintaan sang suami tercinta.

Zaid menjadi anak angkat Rasulullah dan orang yang sangat dicintainya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerdekakannya dan menikahkannya dengan Ummu Aiman, setelah suaminya yang pertama meninggal dunia. Seorang anak lelaki terlahir dari pernikahan itu. Namanya adalah Usamah. Zaid kemudian berkun-yah dengan nama “Abu Usamah”.


BERJIHAD DI BARISAN KAUM MUSLIMIN

Ketika usia Ummu Aiman semakin bertambah, beliau sangat senang untuk turut serta berjihad bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada perang Uhud, Ummu Aiman berangkat bersama para wanita. Peran yang ia utamakan adalah mengobati orang-orang yang terluka dan memperhatikan mereka, serta memberi minum para mujahidin yang kehausan.

Pada perang Khaibar, Ummu Aiman bersama dua puluh orang wanita berangkat menuju medan perang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pasukan kaum muslimin. Adapun anaknya, Aiman, tidak ikut dalam perang ini karena kudanya sakit. Meski memiliki alasan, ibunya menyifatinya sebagai pengecut.

Pada perang Mu’tah, suaminya (Zaid bin Haritsah radhiyallahu ‘anhu) wafat sebagai syuhada. Ummu Aiman menerima berita tersebut dengan sabar dan mengharap pahala dari Allah. Pada perang Hunain, anaknya (Aiman) juga mati sebagai syuhada. Kembali beliau bersabar dan mengharap pahala dari Allah dengan kematian anaknya. Beliau hanya mengharapkan keridhaan Allah dan keridhaan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

WAFATNYA UMMU AIMAN

Ummu Aiman wafat tak lama setelah Rasulullah wafat. Imam Adz-Dzahabi dan Ibnu Hajar Al-‘Asqalani mengatakan, “Dia meninggal dunia lima bulan setelah Nabi SAW wafat.

Ummu Aiman wafat pada masa kekhalifahan Uthman bin Affan, tepatnya dua puluh hari setelah terbunuhnya Umar. Ummu Aiman menghadap Allah Ta’ala wafat menyusul junjungan dan putra asuhnya, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, setelah ikut dalam perjuangan membela Islam, menggembleng putra-putranya menjadi mujahid-mujahid sejati, dan tak ketinggalan untuk ikut terjun langsung dalam membantu merawat dan memberi minum para mujahid pada perang Uhud dan Khaibar.

Akhirnya seorang shahabiyah, yang mengasuh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamsemenjak kecil dan bersama dengan beliau menyaksikan masa nubuwwah, kembali ke sisi Rabb-Nya. Setelah mencurahkan kebaikan bagi Nabi-Nya dan bagi agamanya, Ummu Aiman radhiyallahu ‘anha wafat lima bulan – atau dalam riwayat lain: enam bulan – setelah wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Muslim, no. 2454)

Oct 13, 2015

Assalamualaikum w.b.t
KELEBIHAN SOLAT SUNAT WITIR

Solat Witir ialah solat sunat yang dikerjakan pada waktu malam selepas solat isyak sehingga terbit fajar saddiq iaitu sebelum masuk waktu subuh, lebih afdal lagi bila ia dilakukan pada sepertiga malam yang terakhir. Ia boleh dilakukan setiap malam, tidak hanya pada bulan ramadan sahaja.
Solat Witir adalah solat yang unik kerana dikerjakan pada jumlah rakaat yang ganjil jumlahnya iaitu sekurang-kurangnya satu rakaat, selebihnya 11 rakaat. Paling afdal ialah 3 rakaat iaitu dimulai dengan solat witir dua rakaat satu salam dan disambung dengan solat witir satu rakaat satu salam. Kerana ianya unik, Solat witir mesti dilakukan dengan rakaat yang ganjil sebagai penyudah.
Solat witir sangat digalakkan untuk dilakukan berdasarkan hadis Rasullullah s.a.w bersabda yang bermaksud:

“Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil), dan Dia menyukai witir, maka lazimkanlah solat witir, wahai ahli Al-Quran.”

Hadis Riwayat Abu Daud dan Tirmizi.

“Sesiapa yang mengerjakan sembahyang dhuha, berpuasa tiga hari daripada sebulan dan tidak pernah meninggalkan sembahyang witir sama ada dalam pelayaran dan bermuqim, dicatat baginya pahala orang syahid.”

Hadis riwayat at-Thabran

“Witir itu hak (benar). Barangsiapa yang tidak berwitir ia bukan dari golongan kita! Witir itu hak maka barang siapa yang tidak mengerjakannya ia bukan dari golongan kita! Witir itu hak, barangsiapa yaang tidak mengerjakannya maka ia bukan dari golongan kita!”

Hadis Riwayat Ahmad dan Abu Daud

Kelebihan Solat Witir
Rasulullah saw bersabda:

“Sesungguhnya Allah telah memberikan (hadiahkan) kepada kamu satu solat, yang mana ianya adalah lebih baik daripada unta-unta yang terbaik. Iaitulah Solat Witir.

Hadis Riwayat Abu Daud, Tarmizi dan Ibnu Majah
Oleh yang demikian janganlah ditinggalkan solat witir, kerjakanlah walaupun hanya sedikit bilangan rakaatnya tetapi berterusan. Amalan yang berterusan tetapi sedikit adalah perkara yang disukai oleh Allah swt.
Sebagai mana di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah ra yang bermaksud

“Ditanya Nabi Muhammad saw tentang amalan-amalan yang disukai oleh Allah. Baginda bersabda: “Amalan yang berterusan walaupun sedikit.”

Hadis riwayat Bukhari

“Sesungguhnya Allah SWT telah menambahkan kepada kamu satu solat, iaitu solat witir. Maka sembahyanglah antara solat Isyak dan solat subuh.

HR Ahmad

Sabda Nabi s.a.w.: “Bila sudah menjelang pagi, dan salah seorang daripada kamu masih belum melakukan (solat) witir, maka berwitirlah (qadha).

HR Baihaqi & al-Hakim

“Wahai ahli Al-Quran, kerjakanlah solat witir, sebab Allah itu witir ( Maha Esa) dan suka sekali kepada yang witir.

HR Ahmad

“Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil), dan Dia menyukai witir, maka lazimkanlah solat witir, wahai ahli Al-Quran.”

HR Abud Dawud dan Tirmizi.

“Witir adalah kewajiban, barangsiapa tidak melaksanakan Witir, maka ia tidak termasuk golongan kami”

HR Ahmad dan Abu Daud
Berdasarkan mazhab As-Syafie boleh buat 2 kali witir dalam satu malam. Mazhab lain tidak boleh berdasarkan satu hadis yang mengatakan fardhu tidak boleh lebih dari 2 kali. Pada permulaan Islam dibenarkan solat fardhu berulang kali sekiranya solat yang kedua lebih baik dari solat yang pertama (contoh jemaah lebih ramai). Akhirnya Rasulullah larang solat fardhu 2 kali.

“Tidak ada dua witir dalam satu malam”

HR Abu Dawud, Nasa’i, Tirmizi
Witir itu di akhir solat malam.

Ibnu Umar r.a. berkata: Bersabda Nabi saw, “Jadikan penghabisan (akhir) shalatmu pada waktu malam dengan shalat witir.”

HR Bukhari dan Muslim
Solat malam disini maksudnya Isya’. Ada 2 jenis solat witir nabi iaitu sejurus selepas Isya’ dan tengah malam lepas tahajjud.

Sabda Nabi s.a.w.: “Sesiapa yang bimbang tidak bangun pada akhir malam, maka berwitirlah pada awal malam, dan sesiapa yang ingin bangun pada akhir malam, maka berwitirlah pada akhir malam.

HR Muslim
Sayyidina Umar solat witir diawal malam, selepas solat Isya’. Rasulullah kata jangan solat witir seperti maghrib.

“Janganlah kamu serupakan solat itu dgn solat Maghrib..”

HR oleh Daruqutni

SUMBER : KELEBIHAN DAN KEUTAMAAN SOLAT WITIR 



Sep 30, 2015

Assalamualaikum w.b.t


MENGAPA ALLAH MENGUJI MANUSIA?



Mungkin pernah terlintas dalam fikiran kita "Mengapa engkau berikan ujian ini Ya Allah?" bilamana mendapat dugaan yang dirasa tak tertanggung oleh badan. Mulut sentiasa ringan untuk mengeluh panjang. Terasa lemahnya diri. Ada yang lebih dasyat apabila menyalahkan takdir Allah kerana menghantar dugaan tersebut tanpa memikirkan hikmah disebalik musibah melanda. Apa yang pasti, perlu sama-sama kita ingat bahawa setiap musibah yang melanda itu bakal digantikan dengan baris-baris pelangi yang indah. Pernahkah kita memikirkan mengapa Allah menghantar ujian kepada kita?

Langit tak selalu cerah, pasti akan ada hari mendungnya. Tetapi disebalik mendung itu berakhir dengan titisan rahmat yang tidak terhenti untuk sekalian makhluk. Begitu juga ujian yang diberikan oleh Yang Maha Pencipta untuk hamba-hambanya. kita diuji kerana kita adalah orang yang terpilih. Terpilih untuk menjadi orang yang disayangi Allah. Macam mana? Dengan adanya sikap sabar dalam diri. Sesungguhnya, Allah menyayangi orang yang bersabar. 


وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ ......
Dan sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersabar.
[Surah Ali imran 3:146]

Itulah manisnya bersabar. Bertapa beruntung orang yang menerima ujian dan memujuk hati bersabar untuk menerima takdir yang telah tertulis. Hasil daripada sikap sabar kita inilah Allah memberi ganjaran yang tidak terhingga. Subhanallah, Maha Suci Tuhan sekalian Alam. Jadi bersama-samalah kita memuhasabah diri, belajar menyemai benih kesabaran dalam hati. Tukarkan hati yang kering kontang dengan membasahkannya walaupun dengan secebis kesabaran. InshaaAllah akan memperoleh kejayaan. Dan ingatlah potongan ayat al-quran yang tercatat dalam surah al-baqarah ayat 286. Maksudnya:

".... Allah tidak membebani Seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." [Surah al-baqarah 1:286]

Aug 1, 2015

Assalamualaikum w.b.t



Al-Quran mukjizat terbesar Nabi Muhammad s.a.w yang masih kekal hingga ke hari ini. Tanpa dicemari dengan tokok tambah dan kandungan kekal dilindungi oleh Allah s.w.t daripada sebarang bentuk penyelewengan. Betapa beruntungnya kita. Segala permasalahan, kekusutan semua telah dijawab oleh al-quran. Jadi bacalah dan faham maknanya. Berikut beberapa persoalan yang sering kita tanya dan segalanya telah dijawab di dalam al-quran.

KITA BERTANYA, AL-QURAN MENJAWAB


Kita bertanya: Kenapa aku diuji?
Quran menjawab, "Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan."Kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta." (Surah al-Ankabut: 2-3)

Kita bertanya: Kepada siapakah harus aku berharap?
Quran menjawab, "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain daripadaNya. Hanya kepadaNya aku bertawakal." (Surah at-Taubah: 129)

Kita bertanya: Apa yang aku dapat daripada semua ujian ini?
Quran menjawab, "Sesungguhnya Allah telah membeli daripada orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka." (Surah at-Taubah: 111)

Kita berkata: Aku sedih!
Quran menjawab, "Dan demikianlah keadaan hari-hari (kejayaan dan kesedihan) Kami pergilirkan di antara manusia (supaya menjadi pengajaran)." (Surah Ali Imran: 140)

Kita berkata: Sampai bilakah aku akan merana begini?
Quran menjawab, "Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Surah al-Insyirah: 5-6)

Kita bertanya: Bagaimana harus aku menghadapinya?
Quran menjawab, "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang, dan sesungguhnya sembahyang itu amat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (Surah al-Baqarah: 45)

Kita berkata: Aku tak tahan!
Quran menjawab, "...dan janganlah kamu berputus asa dengan rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa daripada rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." (Surah Yusuf: 87)


Kita bertanya: Kenapa aku tidak dapat apa yang aku idam-idamkan?
Quran menjawab, "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Surah al-Baqarah: 216)

Jul 23, 2015

Assalamualaikum w.b.t


InshaaAllah hari ini sedikit perkongsian dengan kalian semua berkaitan 4 tanda pelik dalam Al-Quran. Mungkin ada antara kita sudah tahu dan ini hanyalah sekadar perkongsian dengan kalian semua. Dan penulisan ini sangatlah terhad, jadi untuk mendapat penjelasan yang lebih baik boleh dirujuk dengan mana-mana ustaz yang mempunyai ilmu pengetahuan tentang Al-Quran. 

ayat-pelik

1) Surah Huud ayat 41
Cara bacaan yang betul ialah maj + rare (British pronunciation) + haa
Bukannya maj + roo + haa
ataupun maj + ray + haa
Kaedah bacaan ini dipanggil Al-Imalah (الإمالة)
Rujuk link: surah hud(minit ke 0:40)

2) Surah Yusuf ayat 11
Asal perkataan tersebut ialah ‘Laa tak-ma-nu-na’, yang bermaksud, “Tidak percayakan kami.”
Tetapi telah digabungkan kedua-dua nun itu menjadi satu nun sahaja yang bersabdu.
Sebab itulah ketika membaca, kita perlu memuncungkan bibir sewaktunun sabdu (macam nak cium orang), seolah-olah kita nak sebut ‘tak-ma-nu-na’ tetapi ‘nu’ itu tak disebut. Ia digantikan dengan muncung.
Maka jadilah Laa Tak-man(muncung)na
Dari segi bacaan tiada beza. Cuma perlu buat isyarat mulut muncung tu.
Kaedah ini dipanggil Al-Isymam الإشمام
3) Surah Fussilat ayat 44
Di atas huruf alif, ada satu simbol bulat hitam (tiada lubang). Anda hanya boleh jumpa simbol ini di tempat ini sahaja.
Asal perkataan ini ialah a-a’-ja-miy.
Hamzah pertama bermaksud ‘adakah’.
Hamzah (alif) kedua pula ialah sebahagian daripada perkataan Arab:A’jamiy – yang bermaksud ‘orang bukan Arab’.
Cara bacaannya ialah dengan meringankan bacaan hamzah (alif) kedua. Seolah-olah digabung dengan hamzah pertama. Bukannya dibaca kedua-dua hamzah itu sama jelas seperti a+a’jamiyy,
tetapi lebih kepada
Aaa’jamiyyuw wa ‘arabiyy
Seolah-olah hamzah dibaca dua harakat sebelum dimatikan dengan ‘ain.
Rujuk link:surah Fussilat(minit ke 4:40)

4) Surah al-Ahqaaf ayat 4
Menurut kaedah secara general, hamzah wasal (alif yang di atasnya ada huruf saad kecik) perlulah dibunyikan mengikut baris huruf ketiga.
Jika huruf ketiga berbaris depan, maka alif itu pun berbaris depan.
Jika huruf ketiga berbaris bawah, maka alif itu pun berbaris bawah.
Cuma jika huruf ketiga berbaris atas, lain sikit. Alif tak jadi baris atasjuga, tapi dibaca dengan baris bawah.
Tapi dalam surah Al-Ahqaaf ini, huruf ketiga berbaris depan. Maka kalau nak ikutkan kaedah, sepatutnya alif tu kena baca baris depan la kan?
Tapi kat sini pelik sikit.
Kita kena baca:
ii-tuu-nii
Bukannya
Uk-tuu-nii
Rujukan link: Surah al-Ahqaaf (minit ke 0:53)

Sumber: http://amekaw.com/2014/07/4-tempat-pelik-dalam-al-quran/

Jun 23, 2015

Assalamualaikum w.b.t


Sebelum ini ada ditulis mengenai Peringkat Dosa Yang Merosakkan Hati jadi hari ini InshaaAllah satu lagi tazkirah ringkas yang ingin dikongsikan dengan kalian semua. Semua kita mendapat keberkatan daripada perkongsian ini. 

10 JENIS MAYAT YANG TIDAK AKAN BUSUK DI DALAM KUBUR

Disebutkan oleh hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahwa sepuluh orang yang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam keadaan tubuh asal pada hari Kiamat :
  1.  Para Nabi-Nabi
  2. Para Ahli Jihad Fisabilillah
  3. Para Alim Ulama menegakkan kalimah ALLAH.
  4. Para Syuhada sentiasa memperjuangkan Islam.
  5. Para Penghafal Al-Qur'an dan beramal dengan Al-Qur'an.
  6. Imam atau Pemimpin yang Adil dalam menegak Syariat Allah.
  7. Tukang Adzan yang tidak meminta habuan.
  8. Wanita yang mati semasa melahirkan anak serta sentiasa taat pada perintah Allah.
  9. Orang mati dibunuh atau dianiaya karena mempertahan Maruah dan Agama.
  10. Orang yang mati di siang hari atau di malam Jum'at jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman yang sentiasa menjaga hukum agama semasa hidup di atas dunia. (HR. Bukhari Muslim) 

Jun 22, 2015

Assalamualaikum w.b.t




InshaaAllah Sedikit peringatan untuk dijadikan renungan kepada diri dan pembaca sekalian. Seperti yang kita semua ketahui, Hati adalah satu element yang tersangatlah penting untuk kita jaga daripada setiap virus yang menyerang. Jika baik Hati seseorang maka baiklah setiap perlakuannya dan jika busuk hati seseorang maka busuklah jua setiap perbuatannya.


Rasulullah s.a.w pernah bersabda:Dosa itu adalah sesuatu yang mendatangkan resah dalam hati.

Jadi hari ini ingin dikongsikan bersama dengan kalian semua Peringkat Dosa yang Merosakkan Hati. Mungkin kita sebelum ini sukar untuk menjaga hati. Jadi ketahui bagaimana virus dosa itu mampu melumpuhkan hati kita semua.

  1. Rasa bersalah dengan dosa
  • Secara fitrah apabila kita melakukan dosa buat kali pertama, terasa gesah,gelisah dan bersalah melanda hati. Kita seolah-olah berperang dengan diri kita sendiri. Rasa menyesal timbul menebal dalam hati. Pada peringkat ini kita masih sedar untuk berubah mencari jalan yang lurus kerna masih ada iman dalam diri. 

   2. Rasa biasa dengan Dosa
  • Apabila dosa yang dilakukan diulang lagi, kita akan rasa biasa dengan dosa tersebut. Rasa bersalah itu beransur-ansur hilang menyebabkan tiada lagi sekumit bersalah bila dosa dilakukan. Seterus-menerus menjadi tabiat dalam diri jika tidak diubati.
   3. Rasa seronok dengan Dosa
  • Jika peringkat kedua tidak terus diubati, mulai kita akan rasa seronok dengan melakukan dosa tersebut. Dosa itu racun yang manisnya digambarkan diluar tapi hakikat membusuk di dalam. Rasa ketagih melakukan dosa dan sentiasa berikhtiar dan berusaha untuk melakukan dosa tersebut. 
   4. Jadi pembela kepada dosa
  • Bila melepasi peringkat ketiga, seseorang itu terasa seolah-olah janggal bila sehari tidak melakukan dosa tersebut. Si pendosa akan berusaha untuk 'mempromosikan' dosa ini kepada yang lain dengan meletakkan kemanisan dan kesedapan sementara. Bila datang seseorang menegur, si pembela dosa ini akan bermatian-matian memangkah kebenaran. Pada tahap ini hati menjadi kelam, tiada lagi kebenaran yang diterima.

REFLEKSI DIRI UNTUK KITA SEMUA

Sentiasalah kita menjaga hati daripada dikotori dengan hasutan dan bisikan syaitan. Sesungguhnya, hati ini amanah yang perlu kita jaga. Sentiasa rajin memohon untuk ditenteramkan hati ini daripada permasalahan dosa. Jika mersakan hati sudah kelam, berdoakan dengan mengangkat kedua-dua belah tangan moga dikurniakan hati baharu oleh Yang Maha Berkuasa.

Allah s.w.t berfirman yang bermaksud:

"Dan sesiapa di dunia ini buta (hatinya),maka di akhirat dia akan buta dan tersesat jauh dari jalan (yang benar)." [Surah al-isra' 17:72]

sumber:

  • terjemahan Al-Quran pustaka darul iman-surah  al-isra' ayat 72

Mar 2, 2015

Assalamualaikum w.b.t




Mungkin ada yang menganggap berjaya itu umpama satu permainan dalam hidup. Ada orang yang malas belajar berjaya menjadi jutawan tapi sebaliknya berlaku kepada orang yang berpelajaran. Teringat aku akan satu pesanan seorang insan kepada diri ini. Belajar itu perlukan permulaan yang baik. Permulaan itu adalah niat iaitu menuntut ilmu hanya kerana Allah semata-mata tanpa mempunyai sebarang niat yang menentang arus yang betul. Jadi hari ini ingin aku kongsi beberapa pesanan Luqman al-hakim untuk menjadi seorang insan yang berjaya. Moga membawa manfaat dan dikongsikan bersama kita semua.InshaaAllah.

1] Menyentuh soal akidah kita semua. Tidak terlibat dalam mana-mana perbuatan yang menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain. Orang yang menyekutukan Allah ini merupakan mereka yang hilang kebergantungan kepada Allah. Tidak memohon sesuatu daripada Allah tetapi mempercayai perkara yang bertanangan dengan akidah yang diajar orang Rasulullah saw. Dan ingatlah perbuatan ini merupakan dosa besar dan tidak diampunkan oleh Allah swt.

"Dan ingatlah sewaktu Luqman berkata kepada anaknya:"Wahai anakku kesayanganku, Janganlah engkau mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain). Sesungguhnya perbuatan syirik itu adalah satu kezaliman yang besar."(Luqman :31) 

2] Dalam surah luqman menyentuh juga perihal solat. Untuk menjadi seorang yang berjaya solat mestilah dilaksanakan 5 kali dalam sehari. Solat merupakan medium untuk kita berhubung dengan Allah swt. Mengakui diri ini adalah hamba kepada Yang Maha Berkuasa. InshaaAllah Allah menolong insan-insan yang menjaga solatnya.

"Dan kami wajibkan manusia berbuat baik kepada ibubapanya , ibunya mengandungkan dengan menanggung kelemahan demi kelemahan dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibubapamu, kepadaKu jua tempatmu kembali." (Luqman:41)

3]Dalam surah luqman juga ada memperkatakan perihal berbuat baik kepada ibu dan bapa. Untuk mendapat keberkatan hidup restu daripada mereka perlu dipinta. Mengikut segala suruh mereka selagi ianya tidak bertentangan dengan suruhan dan larangan Allah. 

RELEKSI DIRI KITA SEMUA

Jadi berjaya bukanlah hanya diukur dari luar sahaja. Aspek dalaman rohaniah perlulah selari dengan luaran. Menjaga hubungan dengan dengan Allah sebagai pencipta dan Tuhan yang mentadbir sekalian alam. InshaaAllah bersama-sama kita memperbaiki kekurangan yang ada kerana diri kita sebagai manusia tidak terlepas daripada melakukan kesalahan. InshaaAllah. 

Feb 16, 2015

Assalamualaikum w.b.t




Tanggal 14 Febuari setiap tahun menjadi tarikh keramat buat pasangan kekasih untuk meyambut kononnya hari kekasih. Hotel-hotel bajet menjadi pilihan utama untuk menyaikan 'sambutan' setahun sekali itu. Kebelakangan ini media massa sibuk melaporkan pelbagai berita menyenai ops Valentine untuk menangkap mana-mana pasangan yang sakan berasmara. Apa yang menyedihkan ramai remaja melayu meraikan valentine ini dengan alasan kononnya mahu menghargai pasangan masing-masing. Adakah ini merupakan satu cara menghargai? Bersekedudukan di dalam hotel-hotel murah tanpa sebarang ikatan. Suka aku memetik satu kata pasangan yang dicekup dalam ops Valentine di Johor: "Baru 10 minit, kami belum sempat buat apa-apa". Adakalanya mahu tergelak membaca alasan-alasan yang diberikan. Persoalan yang bermain di minda aku; jahilkan mereka tentang agama? Mungkin jawapan ini ada dalam diri mereka. Tiada siapa yang tahu kecuali Yang Maha Mengetahui. Diharapkan dengan perkongsian ini mampu memberi kesedaran kepada kita semua. InshaaAllah.

SEJARAH VALENTINE DAY/HARI KEKASIH
Valentine adalah nama seorang pendeta Nasrani yang hidup di abad ke-3 Masihi. Hari Valentine adalah semata-mata perayaan agama Nasrani atau penganut Kristian yang bertujuan untuk mengenang salah seorang tokoh mereka.Ensiklopedia Katolik menyebut tiga riwayat berkaitan Valentine, tetapi yang paling terkenal adalah apa yang disebutkan sebahagian kitab mereka yang menyatakan bahawa pendeta Valentine hidup pada abad ke-3 Masehi pada masa pemerintahan Maharaja Rom Kalaudis II.

Pada 14 Februari 270 M, maharaja ini menjatuhkan hukuman mati ke atas pendeta tersebut kerana menentang pemerintahannya. Kesalahan pendeta tersebut kerana telah mengajak masyarakat kepada agama Nasrani. Riwayat lain menyatakan, maharaja memandang bahawa askar bujang lebih sabar dalam peperangan berbanding mereka yang sudah berkeluarga. Para suami selalu berusaha menolak untuk pergi berperang. Oleh kerana itu, maharaja mengeluarkan perintah yang melarang perkawinan, akan tetapi pendeta Valentine menentang perintah itu dan tetap melakukan perkahwinan di gerejanya secara sembunyi, hingga diketahui pemerintah lalu memerintahkan penangkapan terhadap pendeta itu dan memenjarakanya.
Dalam penjara pendeta berkenalan dengan seorang gadis, puteri salah seorang penjaga penjara. Gadis itu mengidap satu penyakit, lalu bapanya meminta kepada pendeta agar menyembuhkanya. Setelah diubati, tak lama kemudian gadis itu sembuh –sebagaimana yang diceritakan dalam riwayat itu- dan pendeta itu jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum, pendeta telah mengirim kepada si gadis itu satu surat yang tertulis: “Dari yang tulus Valentine.“ Sebelum kejadian itu juga gadis tersebut telah masuk agama Nasrani bersama 46 orang kerabatnya.
Riwayat ketiga menyebut bahawa suatu ketika agama Nasrani tersebar di Eropah, terdapat satu bentuk ritual keagamaan di salah satu kampung yang menarik perhatian para pendeta, di mana para pemuda desa berkumpul di pertengahan bulan Februari dalam setiap tahun. Mereka mencatat seluruh nama gadis desa lalu memasukannya ke dalam sebuah kotak. Setiap pemuda diberi kesempatan untuk mencabut satu nama, dan nama gadis yang keluar itulah yang akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun itu. Mereka padaketika itu terus mengirim kepada si gadis sepucuk surat tertulis di atasnya: “Dengan menyebut nama Tuhan Ibu aku kirim kepadamu surat ini“. Hubungan cinta ini berlanjutan sehingga melewati satu tahun.
Para pendeta memandang bahwa ritual tersebut dapat mengukuhkan akidah orang-orang Rom, dan mereka menyedari bahawa ritual ini sukar untuk dihapuskan, oleh itu mereka menetapkan untuk megubah kalimat yang diucapkan para pemuda itu dari “Dengan menyebut nama Tuhan Ibu“ menjadi: “Dengan menyebut pendeta Valentine,“ sebab ia adalah simbol Nasrani, dan dengan cara itu mereka dapat mengaitkan para pemuda ini dengan agama Nasrani.
Ada yang menyebut sejarah sambutan Hari Kekasih, termasuk yang dikaitkan dengan pesta sambutan Rom kuno sebelum kedatangan agama Kristian yang dinamakan Lupercalia, kisah mubaligh Kristian Saint Valentine dan juga sempena musim mengawan burung pada 14 Februari.
MENYAMBUT HARI KEKASIH HARAMA DISISI ISLAM! 

Berikut adalah keterangan yang diambil dari website majlis fatwa malaysia mengapa menyambut hari kekasih itu haram:

Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia Kali Ke-71 yang bersidang pada 22-24 Nov 2005 telah membincangkan Hukum Orang Islam  Menyambut Perayaan Valentine's Day. Muzakarah berpandangan bahawa  ajaran Islam amat mengutamakan kasih sayang dan tidak ada hari tertentu di dalam Islam bagi meraikannya.
Oleh itu, Muzakarah bersetuju memutuskan bahawa amalan merayakan Valentine’s Day tidak pernah dianjurkan oleh Islam. Roh perayaan tersebut mempunyai unsur-unsur Kristian dan amalannya yang bercampur dengan perbuatan maksiat adalah bercanggah dan dilarang oleh Islam.

Keterangan/Hujah: 
Sejarah Valentine’s Day tidak ada di dalam Islam. Amalan, budaya dan hasrat perayaan ini mempunyai unsur-unsur Kristian yang bercanggah dengan Islam.
Di dalam Islam tidak ada hari tertentu bagi meraikan kekasih atau kasih sayang. Islam sangat menitikberatkan soal kasih sayang dan setiap hari di dalam Islam adalah hari kasih sayang.
Islam menolak konsep kasih sayang yang terkandung dalam Valentine’s Day kerana unsur-unsur ritual keagamaan yang diamalkannya boleh menggugat akidah Islam.
Hukum Islam jelas dalam hal melarang umatnya meniru atau menyerupai budaya dan cara hidup orang bukan Islam. Ini berdasarkan sebuah hadith Rasulullah s.a.w.:


من تشبه بقوم فهو منهم     

“Sesiapa yang menyerupai sesuatu kaum maka dia termasuk dalam kaum tersebut.”

                                                                                                                                             ( Riwayat Abu Daud)

Rasulullah s.a.w. juga bersabda:


من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو مردود

“Sesiapa yang mengamalkan perkara yang bukan dari pada amalan kami maka ia akan ditolak.”
                                                                                                                                       (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
Kebanyakan golongan remaja Islam hari meraikan Valentine’s Day dengan perbuatan- perbuatan yang dilarang oleh Islam. Gejala seperti ini sekiranya tidak dibendung akan merosakkan generasi umat Islam akan datang. 

SUMBER: MAJLIS FATWA KEBANGSAAN